Kita Kehilangan Sosok Mbah Moen, Beliau Gigih Sampaikan NKRI Harga Mati
![]() |
| Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mendapat hadiah dari dua ulama besar yaitu Kiai Haji Maimun Zubair atau biasa dipanggil Mbah Moen. | ISTIMEWA |
Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia sangat kehilangan atas meninggalnya pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Maimun Zubair yang wafat di Mekah, Selasa, sekitar pukul 08.17 WIB.
"Innalillah wa innaa ilaihi raji'un, Innalillah wa innaa ilaihi raji'un, Innalillah wa innaa ilaihi raji'un, telah berpulang ke hadirat Allah SWT Kyai Maimoen Zubeir di Mekkah tadi pagi," kata Jokowi saat menyampaikan bela sungkawa meninggalnya KH Maimun Zubair usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2019 di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/7/2019).
Kepala Negara menyatakan bahwa tokoh NU yang terkenal dengan panggilan Mbah Moen ini merupakan kyai kharismatik dan menjadi rujukan-rujukan bagi umat muslim di Indonesia, terutama dalam hal fiqih.
Selain itu, kata Jokowi, Mbah Moen sangat gigih dalam menyampaikan NKRI harga mati.
"Oleh sebab itu, kita sangat kehilangan. Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, kita semua ikut berbela sungkawa atas wafatnya beliau. Semoga dapat diterima di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan," kata Jokowi.
Presiden juga sangat terkesan dengan sosok Mbah Moen karena pernah datang ke Pondok Pesantren Al-Anwar, bahkan langsung diundang ke kamarnya untuk diberi pesan-pesan dan Shalat Magrib berjamaah.
"Pesan-pesan beliau sangat banyak, jadi tidak bisa diungkapkan satu per satu," kata Jokowi ketika ditanya pesan yang paling terkesan dari Mbah Moen.
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Kyai Kharismatik Nusantara, Mbah Moen pic.twitter.com/MHnqVbOqbp— Murtadha (@MurtadhaOne) August 6, 2019
Sumber; Akurat.co

Komentar
Posting Komentar