Arab Saudi Berangkatkan Haji Korban Penembakan Christchurch

Image
Muhammad Haziq bersama ayahnya Mohammad Tarmizi Shuib | The Sun

 Salah satu korban selamat dalam insiden penembakan Christchurch, Mohammad Tarmizi Shuib, mengungkapkan rasa bahagianya atas kesempatan haji yang diberikan untuknya dan sang istri, oleh pemerintah Arab Saudi.

“Kami bersyukur. Setelah apa yang telah kami lalui (di Selandia Baru), kami selalu berdoa kepada Allah untuk memberi kami kekuatan (untuk terus maju) dan, memang, kami tidak menduga akan mendapat undangan ini ke Tanah Suci (untuk melakukan haji)," katanya, dilansir dari laman NST, Senin (5/8).

Tarmizi bersama dengan istrinya Dr. Marina Zahari, dan putra mereka Muhammad Hariz (12) termasuk di antara 200 keluarga korban peristiwa itu, yang disponsori oleh raja Arab Saudi, Raja Salman Abdulaziz Al Saud, untuk melakukan haji di bawah program tamu Raja Saudi 2019.

“Kami tidak pernah menduga hadiah seperti ini, kesempatan untuk melakukan haji tahun ini," kata Tarmizi.

Ia mengatakan hadiah ini sulit dipercaya mengingat beberapa bulan lalu ia dilanda kesedihan yang mendalam.

"Ini adalah hadiah dari Allah, menjadikan kita (keluarganya) sebagai tamuNya," katanya kemarin.

Dalam insiden penembakan di Christchurch, Tarmizi terluka serius. Dia mengatakan dirinya panik setelah mendengar tembakan senjata dan melarikan diri ke pintu depan masjid sebelum menyadari pria bersenjata itu
sana.

Tarmizi kemudian meraih putra keduanya (Hariz), keluar melalui pintu lain dan dengan cepat memanjat pagar perumahan untuk melarikan diri. Sayangnya ia kehilangan putra pertamanya, Muhammad Haziq, dalam serangan yang terjadi pada 15 Maret tersebut.

“Saya tidak menyadari bahwa saya terluka sampai saya melihat kaki saya basah oleh darah. Saya melihat sebuah garasi di dekat sana dan bersembunyi bersama putra saya. Saya baru sadar belakangan bahwa Haziq tidak bersama kami."

"Pada waktu itu saya sungguh-sungguh berdoa untuk keselamatan kami," kenang Tarmizi.

Tarmizi mengatakan dia dan keluarganya berduka selama berbulan-bulan, tetapi mereka menerima dukungan moral dari masyarakat dan pemerintah Selandia Baru, serta dari pemerintah Malaysia, untuk mengatasi insiden itu.

"Dukungan mereka menunjukkan kepada saya bahwa segala yang kita hadapi dalam hidup kita adalah ujian dari Allah, dan kita harus menerimanya dengan itikad baik," kata Tarmizi.

Keluarga Tarmizi tiba di Makkah pada hari Jumat dan dijadwalkan untuk kembali ke Selandia Baru pada 16 Agustus.

Program tahunan ini diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi, dan dibiayai oleh Raja Salman. Biaya tersebut mencakup akomodasi peziarah, tiket pesawat, makanan dan minuman, serta ibadah haji. 

Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemkot Semarang Gelar Festival Kuliner Depok, Ada 66 Tenda Makanan dan 9 Foodtruck

Festival Kuliner Jalan Depok Semarang Bakal Dirutinkan, Cek Jadwalnya

Semarang Agro Expo 2020 Digelar, Mbak Ita: Hasil Pertanian di Kota Semarang Luar Biasa