Kerukunan Tergantung Keadilan, Jika Belum Rukun, Sengkuni Perlu Diajak Ngopi

Image
Sudjiwo Tedjo | TWITTER/@sudjiwotedjo

 Budayawan Sudjiwo Tedjo berpendapat, kerukunan tidak bisa tercipta dengan cara menyuruh semua orang untuk hidup rukun. Kerukunan akan tercipta dengan sendirinya apabila keadilan hadir di tengah-tengah masyarakat. 

"Rukun nggak bisa karena disuruh2. Keadilanlah yang otomatis akan menimbulkan kerukunan itu sendiri. Bila sudah adil tapi belum rukun juga, pihak ketiga atau Sengkuni perlu diajak ngopi," kata Sudjiwo melalui akun twitter @sudjiwotedjo, Senin (19/8/2019).



 Seperti diketahui, beberapa tahun belakangan ini, kondisi masyarakat Indonesia seakan terbelah menjadi beberapa kelompok. Pemicu beragam, namun yang paling kentara adalah karena perbedaan pilihan politik yang kemudian merembet pada isu-isu lain seperti isu agama. 

Cuitan Sudjiwo mendapat komentar beragam dari sejumlah netizen. Salah satunya dari akun @FaqihSyahrir yang menilai rasa keadilan kini telah terinjak-injak.

"Keadilan sedang terinjak-injak, sengkuni hanya ngintip, gak mau jadi kambing hitam," tulisnya.

"Tul mbah, sprti nikmatnya ngopi gk bisa disetting walau semewah apapun tempatnya. Tp di warkop dimana semuanya setara dan tanpa tekanan, akan terwujud nikmatnya ngopi," kata akun @Cennavi. 

"Karena sebenernya adil dan keadilan bukanlah satu kesatuan Adil dan keadilan adalah sama hal nya aku dengan dia Klo sedang rindu, apapun tentangnya akan sangat penting buatku Klo sedang marah, lampiaskan saja meskipun hanya melalui aksara. Adilkah menurutmu?," ujar akun @FRZZWRKHKM.

 Sumber:https://akurat.co/ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemkot Semarang Gelar Festival Kuliner Depok, Ada 66 Tenda Makanan dan 9 Foodtruck

Festival Kuliner Jalan Depok Semarang Bakal Dirutinkan, Cek Jadwalnya

Semarang Agro Expo 2020 Digelar, Mbak Ita: Hasil Pertanian di Kota Semarang Luar Biasa