China Luncurkan Aplikasi Deteksi Kontak Dekat Virus Corona
![]() |
| Pengguna ponsel melihat aplikasi kontak dekat virus corona. | REUTERS |
China meluncurkan aplikasi ponsel “detektor kontak dekat” yang memungkinkan orang memeriksa apakah mereka berisiko terkena Virus Corona.
Para pengguna memasukkan nama dan nomor identitas untuk mengetahui apakah mereka dalam kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi. Mereka yang telah melakukan kontak dengan penderita Virus Corona disarankan tetap tinggal di rumah dan menghubungi otoritas kesehatan lokal.
Aplikasi itu dikembangkan oleh Kantor Umum Dewan Negara, Komisi Kesehatan Nasional, dan China Electronics Technology Group Corporations (CETC).
Total sudah ada 40.171 infeksi di China daratan, dengan 908 orang tewas yang sebagian besar di Wuhan dan sekitar Provinsi Hubei. Sebanyak 25 negara telah mengonfirmasi kasus itu dan beberapa negara mengevakuasi warganya dari Hubei.
Uni Emirat Arab (UEA) telah mengonfirmasi delapan kasus Virus Corona.
“Pasien adalah seorang warga India yang berinteraksi dengan orang yang baru-baru ini didiagnosis terpapar Virus Corona,” ungkap pernyataan Kementerian Kesehatan UEA.
Hong Kong telah mengevakuasi warga dari gedung tempat tinggal di Distrik Tsing Yi, New Territories, tempat dua orang dikonfirmasi dengan Virus Corona yang tinggal di lantai berbeda.
“Pemerintah menyelidiki dugaan penyebaran dari dua kasus di gedung itu,” papar pernyataan Direktur Pusat Proteksi Kesehatan Hong Kong Dokter Wong Ka-hing.
Hong Kong telah mengonfirmasi 42 kasus virus itu. Dr Wong menyatakan tidak jelas berapa banyak orang di gedung itu, tapi mereka yang menunjukkan gejala akan dikarantina sebagai langkah pencegahan.
Sejumlah maskapai telah membatalkan penerbangan ke China daratan. Terbaru adalah British Airways (BA) yang membatalkan semua penerbangan ke China daratan hingga Maret saat pemerintah Inggris terus mengimbau semua warganya agar tidak pergi ke China daratan kecuali penting.
“Kami telah membatalkan penerbangan menuju dan dari Beijing serta Shanghai hingga 31 Maret 2020,” papar juru bicara BA
Sumber: https://akurat.co/

Komentar
Posting Komentar