Kebijakan Baru Facebook Perketat Penggunaan Fitur Siaran Langsung
![]() |
| Warganet dilaporkan tidak bisa mengakses Facebook, Instagram, dan Whatsapp pada hari Minggu (14/4) | REUTERS |
Facebook menerapkan kebijakan baru yang akan memperketat penggunaan fitur siaran langsung dalam jejaring sosialnya. Hal ini dilakukan guna mencegah penggunaan paltformnya untuk aksi terorisme.
Vice President Integrity Facebook, Guy Rosen, menjelaskan aturan tersebut akan menutup akses fitur live streaming bagi akun-akun yang terbukti melanggar kebijakannya.
"Mulai hari ini, orang-orang yang melanggar aturan tertentu di Facebook, termasuk kebijakan mengenai Organisasi dan Individu Berbahaya, akan dilarang menggunakan Facebook Live," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/5).
Penerapan ini, kata Rosen, guna mencegah penyalahgunaan platformnya untuk aksi terorisme, seperti yang terjadi di Selandia Baru.
Pelaku melakukan siaran langsung di Facebook ketika melancarkan aksi teror di dua Masjid di Christchurch pada 15 maret 2019 yang menewaskan 51 orang.
Rosen mengungkapkan, Facebook sebetulnya telah menerapkan aturan yang sama. Di mana pengguna yang melanggar standar komunitas Facebook akan ditutup aksesnya selama beberapa waktu.
Namun, ada aturan baru ini akun yang melanggar aturan akan dilarang menggunakan Facebook Live selama 30 hari.
"(Terhitung) mulai dari hari pelanggaran mereka," jelasnya.
Facebook, kata Rosen, berencana memperluas larangan itu ke area atau fitur lain beberapa pekan ke depan. Seperti melarang pengguna yang melanggar untuk membuat iklan dalam platformnya.
Pihaknya berharap kebijakan tersebut dapat meminmalisir penyalahgunaan siarang langsung di Facebook dan bisa membuat fitur itu diakses untuk kegiatan yang positif.
Sumber:Akurat.co

Komentar
Posting Komentar