Apakah Makanan Bisa Bantu Punya Anak Kembar?

Image
dr. Hari Santoso, SpOG Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati
Hayo siapa yang ingin punya anak kembar? Selain keinginan memiliki anak perempuan atau laki-laki, keinganan memiliki anak kembar juga menjadi impian beberapa pasang orangtua.

Tak sedikit yang ingin memiliki anak kembar, membuat banyak informasi bertebaran tentang apa saja usaha yang dapat dilakukan suami istri untuk itu.

Salah satunya adalah perbanyak makan makanan tertentu, dapat membantu wanita bisa hamil si kembar. Namun apakah informasi tersebut benar adanya?

dr. Hari Santoso,SpOG punya penjelasannya untuk Anda.

"Memiliki anak kembar biasanya memang faktor keturunan, tetapi ada juga anak kembar yang terjadi akibat saat pembuahan, ada dua telur yang dibuahi. Tanpa adanya faktor keturunan, itu ada kasusnya, tapi tidak banyak," katanya kepada AkuratHealth secara eksklusif, di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Kembar identik sangat jarang disebabkan oleh faktor genetik. Kembar identik terbentuk dari satu sel telur dan satu sperma menyatu menjadi zigot, seperti kehamilan tunggal pada umumnya.

Namun setelah proses pembelahan, zigot akan membelah menjadi dua embrio. Selanjutnya kedua emrio ini akan tumbuh dan berkembang menjadi dua calon bayi. Pembelahan embrio ini terjadi secara spontan dan acak.

Oleh sebab itu, meski kemungkinannya kecil, tapi semua pasangan bisa hamil anak kembar meski tidak memiliki keturunan kembar dalam keluarga. Bagi yang ingin memiliki anak kembar namun tidak berketurunan kembar, juga bisa diusahakan.

"Punya anak kembar juga bisa diusahakan, namun bukan dengan cara memilah, atau konsumsi makanan tertentu seperti informasi yang masih banyak dipercaya sampai saat ini. Hanya dengan makanan jadi bisa memiliki anak kembar itu hanya mitos. Belum ada penelitiannya," jelasnya.

Lanjutnya, usaha memiliki anak kembar bisa dilakukan di klinik fertilitas, dengan melakukan inseminasi atau bayi tabung. Hal ini sama seperti ingin memiliki anak laki-laki atau perempuan, tidak bisa hanya melalui makanan, tetapi bisa dengan cara fertilitas.

Beberpa teori menyatakan bahwa peluang kehamilan kembar secara alami lebih besar terjadi pada perempuan usia 30-an atau 40-an yang secara hormonal tidak stabil. Sewaktu mengalami ovulasi, bisa terjadi lebih dari satu sel telur matang yang terlepas dari indungnya pada saat bersamaan.

Sumber:Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemkot Semarang Gelar Festival Kuliner Depok, Ada 66 Tenda Makanan dan 9 Foodtruck

Festival Kuliner Jalan Depok Semarang Bakal Dirutinkan, Cek Jadwalnya

Semarang Agro Expo 2020 Digelar, Mbak Ita: Hasil Pertanian di Kota Semarang Luar Biasa